Rabu, 27 Januari 2010 | 18:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat ini Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Direktorat Kelaikan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) sedang meneliti penyebab pesawat Sriwijaya Air tergelincir hingga keluar landasan pacu di Bandara Soekarno-Hatta.

Menurut Manajer Humas Sriwijaya Air, Ruth Hanna Simatupang kepada Kompas.com, Rabu (27/1/2010) sore, pesawat dengan nomor penerbangan SJ 020 tujuan Jakarta-Padang-Jakarta sedang diperiksa tim dari KNKT. "Saya tidak bisa memberikan pernyataan. Tunggu hasil pemeriksaan KNKT saja," katanya.
Sebelumnya diberitakan pesawat Boeing 737-200 Sriwijaya yang dipiloti Doni Nasir dan kopilot Budi Hartono itu tinggal landas dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 12.00. Setelah beberapa menit terbang, pilot melihat ada indikator yang menyala. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pilot memutuskan kembali ke Soekarno-Hatta. Setelah berputar-putar sekitar 25 menit, pesawat pun mendarat seperti biasa.
Lantas mengapa sampai terperosok? Ruth beralasan, istilah penerbangannya ada cross wind (angin samping), akibatnya pesawat tidak bisa mendarat dengan lurus, sehingga keluar runway (landasan pacu). "Sekitar 50 cm (keluar) dari ujung runway dan miring ke kanan," katanya.
Menurut Ruth saat ini pesawat sudah berada di tempat parkir dan sedang diisolasi untuk diperiksa lebih lanjut. Sementara penumpang tujuan Padang sudah diterbangkan dengan pesawat Sriwijaya yang lain.
Awak kabin Sriwijaya, tambah Ruth, menuturkan saat pesawat memutuskan kembali ke Bandara Soekarno-Hatta hingga mendarat tidak ada penumpang yang panik. "Para penumpang bisa diatur dan dibimbing keluar pesawat lewat tangga," katanya.
Tunggu hasil pemeriksaan KNKT saja.
Sebelumnya diberitakan pesawat Boeing 737-200 Sriwijaya yang dipiloti Doni Nasir dan kopilot Budi Hartono itu tinggal landas dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 12.00. Setelah beberapa menit terbang, pilot melihat ada indikator yang menyala. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pilot memutuskan kembali ke Soekarno-Hatta. Setelah berputar-putar sekitar 25 menit, pesawat pun mendarat seperti biasa.
Lantas mengapa sampai terperosok? Ruth beralasan, istilah penerbangannya ada cross wind (angin samping), akibatnya pesawat tidak bisa mendarat dengan lurus, sehingga keluar runway (landasan pacu). "Sekitar 50 cm (keluar) dari ujung runway dan miring ke kanan," katanya.
Menurut Ruth saat ini pesawat sudah berada di tempat parkir dan sedang diisolasi untuk diperiksa lebih lanjut. Sementara penumpang tujuan Padang sudah diterbangkan dengan pesawat Sriwijaya yang lain.
Awak kabin Sriwijaya, tambah Ruth, menuturkan saat pesawat memutuskan kembali ke Bandara Soekarno-Hatta hingga mendarat tidak ada penumpang yang panik. "Para penumpang bisa diatur dan dibimbing keluar pesawat lewat tangga," katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar